Brifing Pagi Salesman: Apa yang Harus Dilakukan?

brifing pagi salesman

Brifing atau briefing pagi salesman atau rapat atau pertemuan dengan tim secara rutin mutlak dilakukan dan sering dilakukan setiap organisasi penjualan. Sarana meeting, briefing, pertemuan pagi, atau apa pun namanya, adalah pertemuan tatap muka yang digunakan untuk mengomunikasikan dan menyampaikan segala informasi untuk menyesuaikan arah dan sasaran yang ingin dicapai, membina komunikasi dua arah dengan tim dalam brifing pagi salesman.

Pada suatu waktu, saya berkesempatan untuk memperhatikan seorang supervisor distributor sebuah perusahaan FMCG terkemuka yang sedang melakukan brifing pagi dengan para salesmannya. Brifing ini dilakukan di sebuah ruangan operasional distributor, dimulai dari pukul 08.30 dan berakhir pukul 09.30.

Selama kurun waktu satu jam tersebut, sang supervisor dengan tanpa mengenal lelah, penuh semangat, berapi-api, serta dengan suara lantang menekankan pentingnya peran salesman dalam perusahaan. Ia mengatakan bahwa seorang salesman tidak boleh cepat menyerah dan putus asa, serta agar selalu membangun hubungan yang baik dengan para tuan toko sebagai pelanggannya.

Brifing pagi itu diakhiri dengan pesan dari si supervisor agar para salesman harus bisa menjual sebanyak-banyaknya, se-optimal mungkin. Acara pagi itu ditutup dengan bersama-sama melakukan yel-yel, tetap dengan penuh semangat, berapi-api, serta suara lantang.

Setelah selesai melakukan brifing pagi salesman, sang supervisor menghampiri saya dan mengatakan bahwa para salesman yang dipimpinnya membutuhkan motivasi kerja yang lebih tinggi agar hasil penjualan serta pencapaian terhadap target bisa sesuai dengan yang diharapkan oleh owner, si empunya perusahaan distribusi tersebut. Sang supervisor lebih lanjut menceritakan bahwa para salesman mempunyai latar belakang yang beragam. Ada yang
mantan montir dari sebuah bengkel sepeda, ada mantan kenek angkutan kota, ada yang tidak lulus sekolah menengah atas, serta ada yang mantan salesman dari distributor tetangga.

Ada beberapa hal yang saya pelajari dari pelaksanaan brifing yang baru saja selesai diadakan, yang katanya dilakukan setiap pagi.

  1. Hasil penjualan dan pencapaian terhadap target masih dibawah harapan, dan tidak dibahas secara mendalam penyebab dan langkah perbaikan yang harus dilakukan.
  2. Kinerja salesman yang dibawah harapan disebabkan oleh kurangnya motivasi kerja, sesuai dengan analisa dari sang supervisor yang disampaikan ke saya
  3. Latar belakang salesman yang beragam, dimana sebagian besar tidak berkaitan dengan profesi salesman

Saya meninggalkan ruang operasional distributor dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada sang supervisor untuk direnungkan dan dikerjakan dalam brifing pagi salesman berikutnya.

  1. Berapa target yang harus dicapai, berapa yang sudah tercapai sampai dengan kemarin, dan berapa yang masih harus dicapai
  2. Berapa target dari masing-masing salesman untuk dicapai hari ini, dan bagaimana mereka akan bisa mencapainya
  3. Seberapa sering sang supervisor menemani salesman dalam melakukan kunjungan ke toko, untuk secara langsung mengetahui kemampuan salesman dalam menawarkan produk distributor ke tuan toko
  4. Bagaimana mengukur keberhasilan dari aktivitas brifing pagi Saya biarkan sang supervisor merenung dan mencerna pertanyaan saya, dan saya sampaikan bahwa saya akan kembali besok pagi, sesaat sebelum brifing pagi diadakan, untuk mendapatkan jawabannya.

vmm/160118

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *